Thursday, January 28, 2016

Komponen Pencemaran Air



          Komponen Pencemaran Air
Menurut Wardhana (1995) yang dikutip Sumantri (2010)  kompo
nen pencemaran air yang berasal dari industri, rumah tangga (permukiman) dan pertanian dapat dikelompokan menjadi  :
a)             Bahan buangan Padat
Yang dimaksudkan dengan bahan buangan padat adalah bahan buangan yang berbentuk padat, baik kasar maupun halus misalnya sampah. Bahan tersebut jika dibuang ke air akan menimbulkan pelarutan, pengendapan ataupun pembentukan koloidal. Jika bahan buangan padat dilarutkan maka kepekatan atau berat jenis air akan naik yang disertai dengan perubahaan warna. Air yang mengandung larutan pekat dan berwarna gelap akan mengurangi penetrasi sinar matahari ke dalam air sehingga proses fotosintesis tanaman dalam air akan terganggu serta berdampak terganggunya organisme dalam air.
b)             Bahan Buangan Organik dan Olahan Bahan Makanan
Bahan buangan organik umumnya berupa limbah yang dapat membusuk atau terdegradasi oleh mikroorganisme sehingga bila dibuang perairan akan menaikan populasi mikroorganisme dan BOD akan naik. Pertambahan mikroorganisme juga menyebabkan berkembangnya bakteri patogen yang sangat berbahaya bagi manusia. Sedangkan buangan olahan bahan makanan menimbulkan bau yang menyengat karena mengandung protein dan gugus amina yang jika mengalami degradasi akan terurai menjadi senyawa yang mudah menguap dan berbau busuk (misalnya NH3).
c)             Bahan Buangan Anorganik
Bahan buangan anorganik sangat sulit didegradasi oleh mikroorganisme, umumnya adalah logam. Jika logam ini masuk dalam air maka akan terjadi peningkatan ion logam dalam air.  Buangan bahan anorganik seperti timbal (Pb), Arsen (As), Cadmium (Cd), Air raksa/merkuri (Hg), Nikel (Ni), Calsium (Ca) dan Magnesium (Mg). Kandungan ion Mg dan Ca dalam air akan menyebabkan air bersifat sadah yang dapat menyebabkan kerusakan peralatan yang terbuat dari besi menjadi berkarat (korosi).  
d)            Bahan Buangan Cairan Berminyak
Cairan berminyak jika dibuang ke air akan terapung dan menutupi permukaan air dan jika mengandung senyawa yang volatile akan terjadi penguapan dan luas permukaan minyak yang menutupi permukaan air dan menyusut serta menganggu proses fotosintesis.
e)             Bahan Buangan Berupa Panas (Polusi Thermal)
Perubahaan kecil pada temperatur lingkungan bukan saja dapat menghalau ikan atau spesies lainnya, namun juga dapat mempercepat proses biologis pada tumbuhan dan hewan bahkan akan menurunkan tingkat oksigen dalam air. Akibatnya akan terjadi kematian pada ikan atau akan terjadi kerusakan ekosistem. Untuk itu, polusi termal ini harus dihindari.
f)              Bahan Buangan Kimia
Bahan buangan zat kimia banyak ragamnya, tetapi dalam pencemaran ini yaitu  : sabun, detergen, sampo serta bahan pembersih lainnya. Jika dibuang ke air secara berlebihan yang ditandai dengan buik-buih sabun pada permukaan air dan akan menyebabkan  :
1.        Menaikan pH air hingga 10,5 – 11 dan dapat mengganggu organisme dalam air karena detergen mengandung bahan non fosfat.
2.        Bahan antiseptik yang ditambahkan ke dalam sabun /detergen juga dapat mematikan mikroorganisme dalam air.
3.        Sebagian bahan sabun/detergen tidak dapat didegradasi oleh mikroorganisme sehingga menganggu ekosistem dalam air.
g)             Bahan Pemberantas Hama
Pemakaian insektisida pada lahan pertanian yang tersisa jika tidak tersimpan dalam kondisi aman dan terjadi tumpahan akan mengalir melalui raven atau drainase menuju ke sungai. Bahan ini sulit didegradasi oleh mikroorganisme dan kalaupun mampu didegradasikan akan membutuhkan waktu yang cukup lama.
h)             Zat Kimia
Zat pewarna tersusun dari chromogen dan auxochrome yang merupakan senyawa aoramatik yang berisi chromopore yaitu zat pemberi warna yang berasal dari radikal kimia misalnya nitroso (-NO), kelompok aso (-N = N-1), kelompok etilen (>C = C <). Zat pewarna ini dapat mengganggu kehidupan mikroorganisme.
i)               Zat Radioaktif
Zat radioaktif dapat menimbulkan kerusakan biologis melalui efek langsung atau efek tertunda karena zat ini banyak digunakan dalam bidang pertanian,kedokteran dan farmasi.
            Menurut Sunu (2001), adapun komponen pencemaran air dikelompokkan   sebagai berikut :
a)         Limbah Zat Kimia
Apabila limbah zat kimia yang belum terolah dibuang langsung ke air lingkungan seperti sungai, danau, laut akan membahayakan bagi kehidupan
organisme di dalam air. Limbah zat kimia sebagai bahan pencemar air dikelompokkan  sebagi berikut :
§    Insektisida
Insektisida sebagai bahan pemberantas hama masih banyak digunakan masyarakat  khususnya di sektor pertanian. Apabila pemakaian insektisida berlebihan, maka akan mempunyai dampak lingkungan.
§    Pembersih
Zat kimia yang berfungsi sebagai pembersih banyak sekali macamnya seperti shampo, detergen, dan bahan pembersih lainnya. Indikasi adanya limbah zat pembersih yang berlebihan ditandai dengan timbulnya buih-buih pada permukaan air.
§    Larutan Penyamak Kulit
Senyawa krom (Cr) merupakan bahan penyamak kulit yang banyak digunakan pada industri penyamakan kulit. Sisa larutan panyamak kulit akan dapat menambah jumlah ion logam pada air. Untuk itu maka industri penyamakan kulit seharusnya mempunyai instalasi pengolahan air limbah (IPAL) untuk mengolah sisa larutan penyamak kulit agar tidak merusak lingkungan khususnya pencemaran air.
§    Zat Warna Kimia
Penggunaan zat warna cenderung meningkat sejalan dengan perkembangan industri menggunakan zat warna agar produknya mempunyai dayatarik yang lebih baik dibandingkan dengan warna aslinya. Pada dasarnya  semua zat warna adalah racun bagi kesehatan tubuh manusia.

b)        Limbah Padat
Lingkup limbah padat yang dimaksudkan ini merupakan limbah hasil
proses IPAL berupa endapan (slude) yang biasanya hasil dari proses filter press. Slude dapat dikategorikan tidak berbahaya dan dapat juga dikategorikan sebagai limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Limbah padat yang terbentuk lebih halus, bila dibuang ke air lingkungan tidak dapat larut dalam air dan tidak dapat mengendap, melainkan membentuk koloid yang melayang-layang di dalam air. Koloid tersebut akan menjadikan air menjadi keruh sehingga akan menghalangi penetrasi sinar matahari ke dalam air dan mengakibatkan terganggunya proses fotosintesis tanaman di dalam air. Kandungan oksigen terlarut di dalam air juga menurun sehingga akan mempengaruhi kehidupan di dalam air.
c)         Limbah Bahan Makanan
Limbah bahan makanan pada dasarnya bersifat organik yang sering menimbulkan bau busuk yang menyengat hidung dan dapat didegradasi oleh mikroorganisme. Apabila limbah bahan makanan mengandung protein, maka pada saat didegradasi oleh mikroorganisme akan terurai menjadi senyawa yang mudah menguap dan menimbulkan bau busuk.
d)        Limbah Oganik
Limbah organik biasanya dapat membusuk atau terdegradasi oleh mikroorganisme. Oleh karena itu, bila limbah industri terbuang langsung ke air lingkungan akan menambah populasi mikroorganisme di dalam air. Bila air lingkungan sudah tercemar limbah organik berarti sudah terdapat cukup banyak mikroorganisme di dalam air, maka tidak tertutup kemungkinan berkembangnya bakteri patogen.
e)         Limbah Anorganik
Limbah anorganik biasanya tidak dapat membusuk dan sulit didegradasi oleh mikroorganisme. Limbah anorganik pada umumnya berasal dari industri yang menggunakan unsur-unsur logam seperti Arsen (As), Kadmium (Cd), Timbal (Pb), Krom (Cr), Kalsium (Ca), Nikel (Ni), Magnesium (Mg), Air Raksa (Hg), dan lain-lain. Industri yang mengeluarkan limbah anorganik seperti industri electroplating, industri kimia, dan lain-lain. Bila limbah anorganik langsung dibuang di air lingkungan, maka akan terjadi peningkatan jumlah ion logam di
dalam air. Ion logam yang berasal dari logam berat, bila terbuang ke air lingkungan sangat berbahaya bagi kehidupan khususnya manusia.
Jasa Sumur Bor Kupang "CV.OELNUSA"
HUB.MARKETING:
Phone 082 144 767 000 https://www.facebook.com/jasa.sumurbor.58