Showing posts with label alam. Show all posts
Showing posts with label alam. Show all posts

Wednesday, January 27, 2016

Pencemaran Air



          Menurut Peraturan Pemerintah  Nomor 20 Tahun 1990 mendefinisikan          pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan atau komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia, sehingga kualitas air turun sampai ketingkat tertentu yang menyebabkan        air tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya.
 pencemaran air udara dan tanah
          Definisi pencemaran air menurut Surat Keputusan Mentri Negara       Kependudukan dan Lingkungan Hidup Nomor: KEP-02/MENKLH/1/1988   tentang penetapan baku mutu lingkungan adalah masuk atau dimasukkan        makhluk hidup, zat,energi, dan atau komponen lain ke dalam air dan atau      berubahnya tatanan air oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam,         sehingga kualitas air turun sampai ketingkat tertentu yang menyebabkan           air menjadi atau sudah tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya       (pasal 1).
          Dalam pasal 2, air pada sumber menurut kegunaan/peruntukannya
          digolongkan menjadi:
1.         Golongan A, yaitu air yang dapat digunakan sebagai air minum secara langsung tanpa pengolahan terlebih dahulu.
2.     Golongan B, yaitu air yang dapat dipergunakan sebagai air baku      untuk diolah sebagai air minum dan keperluan rumah tangga.
3.     Golongan C, yaitu air yang dapat dipergunakan untuk keperluan     perikanan dan peternakan.
4.     Golongan D, yaitu air yang dapat dipergunakan untuk keperluan     pertanian, dan dapat dimanfatkan untuk usaha perkotaan, industri,    dan milik Negara (Achmad, 2004).  
   pencemaran air dan udara
        1.2       Jenis - Jenis Pencemaran Air
          Menurut Darmano (1995), pencemaran air terdiri dari bermacam-macam        jenis, antara lain:
a)             Pencemaran Mikroorganisme Dalam Air
Kuman penyebab penyakit pada makhluk hidup seperti bakteri, virus, protozoa, dan parasit. Berbagai kuman penyebab penyakit pada makhluk hidup seperti bakteri,virus, protozoa, dan parasit sering mencemari air.

b)             Pencemaran Air oleh Bahan Anorganik Nutrisi Tanaman
Penggunaan pupuk nitrogen dan fosfat dalam bidang pertanian telah dilakukan sejak lama secara meluas. Pupuk kimia ini dapat menghasilkan produksi tanaman yang tinggi sehingga menguntungkan petani. .
c)             Pencemar bahan kimia anorganik
Bahan kimia anorganik seperti asam, garam dan bahan toksik logam lainnya seperti timbal (Pb), kadmium (Cd), merkuri (Hg) dalam kadar yang tinggi dapat menyebabkan air tidak enak diminum. Disamping dapat menyebabkan matinya kehidupan air seperti ikan dan organisme lainnya,
d)            Pencemar bahan kimia organik
Bahan kimia organik seperti minyak, plastik, pestisida, larutan pembersih, detergen dan masih banyak lagi bahan organik terlarut yang digunakan oleh manusia dapat menyebabkan kematian pada ikan maupun organisme air lainnya.

Jasa Sumur Bor Kupang
 "CV.OELNUSA"
HUB.MARKETING:
Phone 082 144 767 000
pin BB
                    email : klikntt@gmail.com

Permasalahan Penyediaan Air



#Air merupakan sumber daya alam utama yang berfungsi sebagai penyangga kehidupan manusia, flora dan fauna. Menurut Mawardi (2012) keberadaan air sebagai sumber daya alam yang vital karena merupakan sumber kehidupan multi fungsi  yaitu (1) fungsi materi, (2) fungsi energi dan sumber daya, (3) fungsi ruang, (4) fungsi waktu, (5) fungsi sosial dan budaya, (6) fungsi ekonomi dan produksi. Oleh karena itu maka air perlu dilestarikan agar tetap tersedia setiap saat dalam jumlah yang cukup serta kualitas yang sesuai peruntukannya.
            Masalah penyediaan air bersih saat ini menjadi perhatian khusus negara-negara maju maupun negara yang sedang berkembang. Indonesia sebagai salah satu negara berkembang, tidak lepas dari permasalahan penyediaan air bersih bagi masyarakatnya. Letak geografis Indonesia diantara dua benua, dan dua samudra serta terletak di garis khatulistiwa merupakan faktor klimatologis penyebab banjir dan kekeringan di Indonesia. Posisi geografis ini menyebabkan Indonesia berada pada belahan bumi dengan iklim monsoon tropis yang sangat sensitif terhadap anomali iklim El-Nino Southern Oscillation (ENSO). ENSO menyebabkan terjadinya kekeringan apabila kondisi suhu permukaan laut di Pasifik Equator bagian tengah hingga timur menghangat (El Nino). Dengan demikian maka ada kecenderungan terbentuknya pola iklim baru yang menyebabkan terjadinya perubahan iklim.
            Penyimpangan iklim, menyebabkan produksi uap air dan awan di sebagian Indonesia bervariasi dari kondisi sangat tinggi ke rendah atau sebaliknya. Ini semua menyebabkan penyimpangan iklim terhadap kondisi normalnya. Jumlah uap air dan awan yang rendah akan berpengaruh terhadap curah hujan, apabila curah hujan dan intensitas hujan rendah akan menyebabkan kekeringan. Kekeringan sangat dipengaruhi oleh adanya penyimpangan iklim, gangguan keseimbangan hidrologis serta kekeringan agronomis. Gangguan keseimbangan hidrologis yang terjadi akibat (1) degradasi Daerah Aliran Sungai (DAS) terutama bagian hulu yang mengalami konversi lahan dari vegetasi menjadi non vegetasi, sehingga mengalami gangguan system peresapan air tanah, (2) kerusakan hidrologis daerah tangkapan air bagian hulu menyebabkan waduk dan saluran irigasi terisi sedimen, sehingga kapasitas tampung air menurun tajam; 3) rendahnya cadangan air waduk yang disimpan pada musim penghujan akibat pendangkalan, sehingga cadangan air musim kemarau sangat rendah sehingga memicu terjadinya kekeringan serta berdampak terjadi krisis air dalam berbagai peruntukannya. Kekeringan sangat erat kaitanya dengan krisis air (to dirty) dan melanda sebagian besar wilayah Indonesia. Krisis air terjadi akibat ketidakseimbangan antara kebutuhan air yang terus meningkat dan ketersediaan air yang cendrung menurun.